Sebuah negara yang baru berusia 15 tahun mampu menyelenggarakan even sekelas Asian Games dan mampu menjadi Runner Up dibawah juara bertahan, Jepang. Berkat kerja keras gotong rojong rakyat dan pejabat - pejabat terkait dibawah langsung arahan yang mulia paduka presiden Soekarno, Indonesia sukses dalam menyelenggarakan dan sukses secara prestasi. E. Lukito / Maret 14 2018
Tidak ada yang menyangka, pada tahun 1962 indonesia bisa menyelenggarakan pesta olahraga terbesar di benua asia, Asian Games ke IV yang diselenggarakan di Jakarta. Dibuka pada 24 agustus 62 oleh Presiden Soekarno dan ditutup oleh Sri Sultan Hamengku Buwono itu diikuti oleh 16 negara peserta, 1.460 atlet, dan memainkan 13 cabang olahraga.
Penunjukan indonesia sebagai tuan rumah pada voting dewan asian games di Tokyo sebelum asian games 1958 berlangsung. Indonesia mendapat 22 suara, mengungguli Pakistan di tempat ke dengan 20 suara.
Presiden Soekarno pun menganggap penunjukan itu sebagai kesempatan indonesia unjuk gigi, sebagai bintang pedoman bagi bangsa-bangsa asia dan dunia. Bung Karno ingin dunia melihat indonesia dengan segala kehebatannya.
Untuk menyiapkan pesta akbar tersebut, Presiden Soekarno memboyong menteri-menterinya untuk belajar ke jepang, negara dengan pembangunan infraktukstur yang hebat sampai sekarang. Ia juga memanggil para seniman terbaik kita untuk menghias senayan dan sudut-sudut jalan di jakarta dengan patung-patung nan artistik yang menggambarkan kebudayaan indonesia dan gelora rakyatnya.
Bung Karno menjadikan ajang itu untuk menunjukan kekuatan politik di mata dunia dengan tak mengundang israel dan taiwan untuk sikap mendukung bangsa palestina dan menghormati china kala itu.
Setelah resmi menjadi tuan rumah. Presiden membuat Dewan Asian Games Indonesia / DAGI dibawah instruksi langsung Presiden pada 28 februari 1961 dengan Keputusan Presiden no 79 Tahun 1961. Pemerintah menujuk Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan kala itu Sebagai ketua umum DAGI, Menteri Penerangan sebegai Sekretaris Umum DAGI, dan Menteri Pertanian sebagai Ketua Tim Nasional.
DAGI bertugas untuk menjamin hasil-hasil yang nantinya di raih di Asian Games ke 4 itu dapat mengharumkan indonesia, maka dari itu perlu memusatkan kegiatan / usaha olahraga di seluruh indonesia untuk membentuk tim nasional indonesia yang sekuat-kuatnya.
Persiapan Infrastuktur Yang Mengagumkan.
Indonesia hanya memiliki waktu kurang dari 4 tahun untuk menyiapkan infrastuktur Asian Games. Yang Mulia Presiden Soekarno langsung menyemangati bangsa muda tersebut, "Berapapun biaya yang dikeluarkan tidak masalah bagi Bung Karno, asalkan harga diri dan martabat indonesia di mata dunia diakui."
Pada kala itu indonesia khususnya jakarta masih belum punya apa-apa. Tak hanya belum punya fasilitas olahraga yang besar dan memadai, jalan yang lebar, hotel modern dan stasiun televisi pun tak punya. Dengan bergairah Bung Karno pun menyiapkan jakarta sebagai tuan rumah asian games.
![]() |
| Pembangunan GBK |
Asian Games merubah jakarta menjadi kota metropolitan yang penuh dengan listrik dan air bersih. Berikut adalah timeline pembangunan infraktukstur asian games 1962 jakarta:
- 8 Februari 1960 - Presiden Soekarno menancapkan tiang pertama pembangunan stadion utama gelora bung karno. Disaksikan wakil perdana menteri uni soviet Anastas Mikoyan.
- Juni 1961 - Stadion renang selesai dibangun, dengan kapasitas 8000 kursi penonton. Terdiri dari 50 meter kolam tanding, kolam loncat indah dan kolam pemandian anak.
- 25 desember 1961 - Stadion tenis dengan kapasitas 5.200 penonton selesai dibangun.
- Desember 1961 - Stadion madya atau small training football field selesai dibangun. Dengan kapasitas 20.000 penonton dua tribun, barat dan timur.
- 21 mei 1962 - Istora senayan dengan kapasitas 10.000 penonton selesai dibangun. Digunakan pertama kali untuk kejuaraan bulutangkis beregu putra, Thomas Cup.
- Juni 1962 - Stadion basket dengan kapasitas 3.500 penonton selesai dibangun.
- 21 juli 1962 - Stadion utama selesai dibangun. Berkapasitas 100.000 penonton, dengan ciri khasnya atap temu gelang / cincin oval. Dengan luas lingkar luar 920 meter menjadikan stadion ini yang terbesar di asia tenggara dan salah satu di dunia.
- 24 agustus 1962 - Gedung televisi republik indonesia pusat selesai dibangun. Menjadi stasiun televisi pertama di indonesia yang akan menyiarkan asian games 1962.
Tak hanya itu, Bung Karno mengutus untuk membuat patung Selamat Datang di depan Hotel Indonesia untuk menyambut para tamu yang datang melalui bandara Internasional Kemayoran menuju Hotel Indonesia. Dan juga pembangunan jembatan semanggi untuk menopang infrakstuktur Asian Games.
Hanya dengan kurun waktu tiga tahun indonesia merampungkan semua pembangunan - pembangunan asian games 1962.
Asian Games ke 4 tahun 1962 adalah kali terakhir event tersebut dihelat di jakarta. Sudah 50 tahun lebih. Generasi yang menikmati, mengalami dan mengenyam moment tersebut juga sudah lewat.Generasi sekarang hanya bisa mengenangnya lewat cerita-cerita sejarah ataupun film-film dokumenter. Saat itulah indonesia berjaya dengan mampu menduduki peringkat 2 asia, prestasi yang luar biasa dan tak mampu diulang kembali.
Tahun ini, 2018. Indonesia kembali menyelenggarakan event olahraga terbesar di benua kita. Pemerintah pun tak tanggung-tanggung dalam pasang target. Peringkat umum 10 besar dan pada cabang sepakbola minimal masuk semifinal.
Target yang berat mengingat kekuatan olahraga di negara-negara asia sudah berkembang pesat, tapi bukannya tak mungkin target itu bisa terpenuhi. Kita sebagai warga negara wajib menyukseskan event tersebut pada tahun ini, agar kita bisa sebanding dengan senior-senior kita dulu. Ayo indonesia!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar