Remaja hippie bertelanjang kaki bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Dan semua berawal dari garasi mobil.
E. Lukito / Feb 5, 2018
| Steven Jobs dengan Macintosh |
Steven Paul Jobs lahir dari pasangan muda Joanne Schieble dan John Jandalli, dan akhirnya diadopsi oleh pasangan menengah kebawah Paul dan Clara Jobs yang tinggal di Los Altos California. Semenjak remaja Steve suka dengan elektronik, pernah ketika berumur 12 tahun Jobs ingin membuat alat hitung frekuensi untuk proyek sekolah dan butuh suku cadang. Lalu ada yang menyuruh dia menelpon Bill Hawlett, sesudah menemukan nama William Hawlett di buku telepon Jobs menelpon dan bertanya "Apakah ini Bill Hawlett dari Hawlett-Packard?" "Ya", kata Bill. Jobs lalu mengajukan permintaannya. Beberapa hari kemudian Jobs pergi ke HP dan mengambil sekantong penuh suku cadang yang disiapkan Bill untuknya. Dan akhirnya Jobs mendapat pekerjaan musim panas di HP saat berada di SMA Homestead.
Setelah lulus SMA Jobs mempunyai beberapa pilihan kampus, ada Universitas Stanford yang mahal, atau Universitas negara bagian California yang lebih murah. Tapi Jobs memilih Reed College di negara bagian Oregon, Paul dan Clara Jobs tak bisa menolak pilihan anaknya tersebut, janji kepada ibu kandung Jobs bakal terpenuhi, anaknya bakal kuliah, berapapun biayanya.
Pada enam bulan kuliah Jobs sangat frustasi karena harus mengikuti irama sesama mahasiswa baru. Reed College menuntut kurikulum yang sangat ketat, padahal Jobs ingin belajar seni dan liberal. Dalam pikirannya kuliah itu tempat bertemu cewek dan belajar apapun yang diinginkan pun sirna ketika bertemu realitas, akhirnya Jobs dropout setelah menjalani kuliah 1 semester. Jalur yang disepakati orang tua angkat dan ibu kandung Jobs bukan jalur yang ingin dia lalui, menolak pendidikan formal dan memilih pendidikan informal.
Tetaplah Lapar. Tetaplah bodoh
"Miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi."
Yang dimaksud Jobs tentang tetaplah lapar adalah lebih merupakan ungkapan akan lapar pengetahuan dan pencerahan. Bukan lapar keberhasilan dalam dunia yang makin materialistis. Ironisnya, ketika Jobs masih kuliah, ia selalu lapar karena tak punya uang untuk membeli makanan. Dia mengumpulkan botol soda untuk ditukar dengan uang untuk membeli makanan. Seperti yang dia bilang didepan para mahasiswa Stanford, dia makan kenyang hanya 1 kali selama seminggu, sesudah berjalan 11 kilometer dari kampus ke kuil Hare Krishna yang menyediakan makan gratis.
Dia banting tulang selama kuliah di Reed College. Dia tak peduli, dia tak ingin terjebak dalam lomba adu banyak harta seperti orang lain. Jobs tak ingin mendaki tangga keberhasilan dari bawah, bermain politik kantor, dan bergerak tingkat demi tingkat sampai mencapai puncak 30 tahun kemudian. Dia malah mencapai puncak lebih cepat, dengan mendirikan perusahaan teknologinya sendiri.
"Berpikirlah besar, tapi mulailah dengan kecil"
Woz dan Jobs mengawali Apple dari garasi rumah saat berumur 20 tahun
![]() |
| Steve Jobs, right, with his friend Steve Wozniak |
Ketika kembali dari india untuk berkelana menemui guru hindu (yang pada akhirnya tak menemui siapapun) dia bertemu temannya Steve Wozniak, seorang gila komputer dan melihat papan sirkuit rancangannya yang dibuat elegan, mengapa kita tidak mencoba menjualnya dan membuat perusahaan komputer sendiri? Kata Jobs. Mereka menamai perusahaan garasinya Apple Computer, setelah itu lahirlah Apple I.
Apple I bukanlah komputer untuk semua orang, itu ditunjukan untuk para pehobi elektronik kelas berat. Pesanan besar pertama datang dari sebuah toko di Mountain View yang memesan 50 komputer dengan keuntungan $500 per komputer atau $25000. Steve Woz mengenang itu adalah episode terbesar di perusahaan dan tak ada lagi yang sebesar dan setidak terduga itu. Jobs dan Woz sebenernya cuman ingin menjual ke sesama pehobi di tempat perkumpulan Klub Homebrew.
Sesudah Apple I muncul Apple II yang sukses, lalu Lisa produk gagal dan Macintosh yang hebat.
Apple Computer takkan ada kalau Jobs menapaki jalan kesuksesan instan dengan terus melanjutkan kuliahnya lalu mencari-cari pekerjaan setelah lulus. Tapi dia tahu bahwa dengan memilih jalan passionnya, dia harus bekerja keras, sangat keras.
"Di manapun awalnya itu tak penting, yang penting adalah di mana akhirnya kita berada."
Woz adalah orang yang hebat, seorang yang ahli dalam hal elektronik, dia ditakdirkan menjadi insinyur yang merancang komputer, berbeda dengan Jobs yang hanya seorang pehobi. Jobs tak pernah menulis kode dan membuat rancangan asli, dia cuman menambahi atau mengubah rancangan lain.
Apple I bukanlah komputer untuk semua orang, itu ditunjukan untuk para pehobi elektronik kelas berat. Pesanan besar pertama datang dari sebuah toko di Mountain View yang memesan 50 komputer dengan keuntungan $500 per komputer atau $25000. Steve Woz mengenang itu adalah episode terbesar di perusahaan dan tak ada lagi yang sebesar dan setidak terduga itu. Jobs dan Woz sebenernya cuman ingin menjual ke sesama pehobi di tempat perkumpulan Klub Homebrew.
Sesudah Apple I muncul Apple II yang sukses, lalu Lisa produk gagal dan Macintosh yang hebat.
Apple Computer takkan ada kalau Jobs menapaki jalan kesuksesan instan dengan terus melanjutkan kuliahnya lalu mencari-cari pekerjaan setelah lulus. Tapi dia tahu bahwa dengan memilih jalan passionnya, dia harus bekerja keras, sangat keras.
"Di manapun awalnya itu tak penting, yang penting adalah di mana akhirnya kita berada."
Woz adalah orang yang hebat, seorang yang ahli dalam hal elektronik, dia ditakdirkan menjadi insinyur yang merancang komputer, berbeda dengan Jobs yang hanya seorang pehobi. Jobs tak pernah menulis kode dan membuat rancangan asli, dia cuman menambahi atau mengubah rancangan lain.
Tapi, menurut saya Jobs adalah orang yang visioner, seperti ketika dia berkunjung ke Palo Alto Research Center (PARC) milik Xerox. Dia mengamati GUI atau Grapichal User Interface dan menerapkan itu di Macintosh, dia berkata "Gagasan sudah ada disana, dan mereka melakukannya dengan baik, dalam 10 menit semua sudah terlihat jelas bagi saya, bahwa semua komputer akan bekerja seperti itu kelak". Pada akhirnya Bill Gates melihat tampilan GUI di Macintosh dan menerapkannya di Windows.
Bagaimana kau bisa dipecat dari perusahaan yang kau dirikan?
| Dynamic Duo |
Scully tak yakin apakah dia orang yang cocok, dia berkata "Saya tak yakin apakah masuk akal membawa orang dari industri minuman ringan ke perusahaanmu." Jobs pun terus mengejar dan membujuk Sculley. Dan akhirnya Sculley pun setuju untuk mengambil alih kendali di Apple, dan reaksi Jobs saat sculley menelpon: "Anda jadi datang? Fantastis! Hebat sekali! Ini menjadi hari terbaik sepanjang hidup saya!" Sculley pun menjadi CEO Apple pada april 1983.
"Dalam kehidupan, profesional maupun pribadi. Carilah orang-orang yang punya nilai-nilai atau visi yang sama dengan kamu."
Sculley dan Jobs mulai bekerja. Media-media menjuluki mereka Dynamic Duo. Sculley tak paham betul tentang komputer dan visi Sculley tentang perannya di Apple dan visi Jobs tentang Sculley sangat berbeda, tak selaras. Masalahnya ada pada keyakinan satu sama lain, Steve menganggap Sculley tak dapat menjalankan Apple karena tak cukup tahu tentang operasi produk, dan Sculley menganggap Jobs tak paham tentang operasi dan manajemen. Disitulah perselisihan utamanya. Puncaknya pada 10 april 1985, dewan direksi mengadakan rapat, Sculley yang dulunya teman dan sekutu menjadi lawan utama Jobs. Akhirnya pada 31 mei 1985 Jobs diberhentikan sebagai kepala divisi Macintosh. Steve Wozniak pun ikut angkat kaki dari Apple.
Tahun-tahun berikutnya Apple pun goyah.
Babak Baru, Animasi Luar Biasa
Setelah keluar dari Apple Jobs membuat perusahaan komputer lain yaitu NeXT. Perusahaan tersebut tak sesukses Apple, tapi sistem operasi berbasis UNIX nya akan dipakai Mac ketika Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996. Hanya sedikit yang tahu keterlibatan Jobs di Pixar. Dia pernah meyakinkan Apple untuk membelinya tapi gagal, akhirnya dia membeli Divisi Komputer Lucasfilm pada februari 1986 jauh di bawah penawaran asli dengan harga $5 juta, dan langsung menanamkan modal $5 juta dan menambah sampai $55 juta antara 1986-1991 mengubahnya menjadi Pixar.
John Lasseter dan Ed Catmull dari Pixar berkata "Jobs melihat potensi Pixar sebelum kami semua, dan melebihi apapun yang kami bayangkan. Dia percaya pada impian gila kami membuat film animasi komputer."
Jobs terus-menerus kehilangan uang sampai sempat menawarkan ke banyak pembeli termasuk Microsoft, namun tak ada yang berminat. Seorang pebisnis praktis akan langsung menyetop kerugian lama sebelum 10 tahun. Namun kegigihan Jobs berbuah manis, dia bertahan. Momen datang ketika Toy Story rilis, dengan biaya produksi mencapai $30 juta, film animasi komputer penuh pertama itu sukses besar, dengan mendapat keuntungan $361 juta sedunia. Lanjut Toy Story 2 dengan pendapatan $485 juta sedunia dan Toy Story 3 dengan $1 miliar sedunia.
Jobs berkata: "Pixar ibarat bukit tinggi yang di daki untuk 10 tahun pertama, terus menanjak, tak pernah mendatar, tak ada istirahat. Tapi ketika Toy Story sukses besar, mengejutkan semua orang, sesudahnya hanya ada keasyikan."
Apple Inc menjadikan Jobs multijutawan, tapi Pixar menjadikannya miliader. Dia menjual saham Pixar ke Disney dan masih menjadi pemegang saham terbesar dengan 50,1% saham.
Dia menemukan apa yang ia cintai, membiayainya dan melihatnya tumbuh melampaui segala perkiraan.
"Temukan pekerjaan yang kamu cintai, kejar sampai dapat. Disanalah nasib baikmu berada."
"Satu-satunya cara melakukan pekerjaan hebat adalah mencintai apa yang dilakukan."
Si anak hilang pulang kandang
Di suatu pesta pada 1996 ada yang mendengar CEO Apple saat itu Gil Amelio berkata bahwa Apple tak lagi sehat. Apple terancam gulung tikar, saham Apple turun serendah-rendahnya $3,16 per lembar pada 1 juli 1997. Kerugian mencapai $1 miliar per tahun, sementara nilai pasar tertinggi perusahaan adalah $3 miliar, gudang-gudangnya penuh dengan komputer tak laku senilai $600 juta dan kas keras sangat sedikit sehingga perusahaan tak bisa bertahan lebih dari 4 bulan.
Apple butuh kapten, dan dewan direksi dengan bijak akhirnya memutuskan untuk mendatangkan Jobs. Barulah Apple pelan-pelan bisa kembali meraih laba. Awalnya Jobs ragu karena komitmennya dengan Pixar, dia baru benar-benar jadi CEO Apple pada akhir 1997. Langkahnya adalah dia melakukan tindakan drastis, menyatukan semua lini-lini produksi yang tumpang-tindih menjadi 4 kategori fungsional, menyederhanakan jumlah produk yang ditawarkan, dan meminta semua kecuali satu anggota dewan direksi untuk mundur supaya dia dapat membuat tim baru.
![]() |
| apple products |
Resep Jobs untuk mengembalikan keadaan: "Yang penting adalah apa yang dikerjakan, namun hasilnya harus hebat, dan itu butuh waktu."
Pada 2001, iPod menggantikan pemutar CD, pada 2003 iTunes Store menjadi tempat alternatif konsumen untuk mengunduh lagu dengan Legal dan bebas virus, pada 2007 iPhone menggantikan telepon genggam primitif, pada 2010 iPad terbukti menjadi alternatif populer komputer jinjing. Pada maret 2014, satu saham Apple berharga $530, dan nilai pasar tertinggi perusahaan adalah $473 miliar.
Bagaimana Jobs melakukannya?
Dia melakukannya dengan mengerjakan apa yang paling bisa ia lakukan, menciptakan produk hebat, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Itulah inti filosofi bisnisnya yang sudah ada sejak Apple II diliris pada 1977.
Kematian adalah agen perubahan
David Sheff dari Playboy bertanya pada Jobs: "Bagaimana menurut anda perusahaan-perusahaan lama yang harus mengejar perusahaan baru atau beresiko mati?" Jobs: "Tidak bisa tidak, itu pasti terjadi. Itulah mengapa saya pikir bahwa kematian adalah penemuan terhebat dalam hidup. Kematian menggantikan model-model lama yang telah usang dari sistem."
Pada 2003 dia di diagnosis mengidap tumor pankreas, seketika itu juga konsep kematian bukan lagi menjadi pemikiran abstrak, melainkan kenyataan mengerikan. Dengan hal itu Jobs memastikan pergantiannya di Apple berjalan dan dia menggarap berbagai proyek agar bertahun-tahun kedepan ada produk yang tetap menyandang namanya. Dia menghabiskan waktu yang tersisa dengan keluarganya, menyadari bahwa waktu adalah komoditas yang berharga yang terus berkurang setiap hari.
"Kehidupan kita unik. Jalanilah tanpa penyesalan karena kita hanya menjalaninnya satu kali."
Dengan kesehatan yang terus memburuk, dia berpikir sudah waktunya mengundurkan diri. Dia menulis konsep surat yang disampaikan di suatu rapat dewan direksi pada 24 agustus 2012 di kampus Apple Cupertino. Dalam keadaan diam, kurus dan lemah Jobs membacakan suratnya, ruangan dikosongkan dan hanya keenam direktur yang tinggal.
"Saya selalu bilang bahwa jika pernah datang hari ketika saya tak dapat lagi menjalankan tugas sebagai CEO Apple, saya bakal menjadi orang pertama yang akan memberitahu anda sekalian. Sayangnya, hari itu telah datang.
Dengan ini saya mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Apabila dewan berkenan, saya ingin menjabat sebagai Chairman, direktur, dan pegawai Apple."
Ia menandatanganinnya dengan "Steve"
Pada 2001, iPod menggantikan pemutar CD, pada 2003 iTunes Store menjadi tempat alternatif konsumen untuk mengunduh lagu dengan Legal dan bebas virus, pada 2007 iPhone menggantikan telepon genggam primitif, pada 2010 iPad terbukti menjadi alternatif populer komputer jinjing. Pada maret 2014, satu saham Apple berharga $530, dan nilai pasar tertinggi perusahaan adalah $473 miliar.
Bagaimana Jobs melakukannya?
Dia melakukannya dengan mengerjakan apa yang paling bisa ia lakukan, menciptakan produk hebat, tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya. Itulah inti filosofi bisnisnya yang sudah ada sejak Apple II diliris pada 1977.
Kematian adalah agen perubahan
David Sheff dari Playboy bertanya pada Jobs: "Bagaimana menurut anda perusahaan-perusahaan lama yang harus mengejar perusahaan baru atau beresiko mati?" Jobs: "Tidak bisa tidak, itu pasti terjadi. Itulah mengapa saya pikir bahwa kematian adalah penemuan terhebat dalam hidup. Kematian menggantikan model-model lama yang telah usang dari sistem."
Pada 2003 dia di diagnosis mengidap tumor pankreas, seketika itu juga konsep kematian bukan lagi menjadi pemikiran abstrak, melainkan kenyataan mengerikan. Dengan hal itu Jobs memastikan pergantiannya di Apple berjalan dan dia menggarap berbagai proyek agar bertahun-tahun kedepan ada produk yang tetap menyandang namanya. Dia menghabiskan waktu yang tersisa dengan keluarganya, menyadari bahwa waktu adalah komoditas yang berharga yang terus berkurang setiap hari.
"Kehidupan kita unik. Jalanilah tanpa penyesalan karena kita hanya menjalaninnya satu kali."
Dengan kesehatan yang terus memburuk, dia berpikir sudah waktunya mengundurkan diri. Dia menulis konsep surat yang disampaikan di suatu rapat dewan direksi pada 24 agustus 2012 di kampus Apple Cupertino. Dalam keadaan diam, kurus dan lemah Jobs membacakan suratnya, ruangan dikosongkan dan hanya keenam direktur yang tinggal.
"Saya selalu bilang bahwa jika pernah datang hari ketika saya tak dapat lagi menjalankan tugas sebagai CEO Apple, saya bakal menjadi orang pertama yang akan memberitahu anda sekalian. Sayangnya, hari itu telah datang.
Dengan ini saya mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Apabila dewan berkenan, saya ingin menjabat sebagai Chairman, direktur, dan pegawai Apple."
Ia menandatanganinnya dengan "Steve"
Ketika itu umurnya tinggal 43 hari lagi.
Tim Cook, chief operating officer yang sudah ia siapkan menjadi CEO. Sampai sekarang Cook lah yang bertanggung jawab memastikan proyek-proyek Apple berbuah.
Pada 5 oktober 2011, perjalanan Steven Paul Jobs berakhir. Dia meninggal dengan tenang pada malam hari. Dia dimakamkan di Alta Mesa Memorial Park, tempat dimana kedua orang tua angkatnya juga dimakamkan. Makam Jobs polos, sesuai dengan keinginannya. Kesederhanaan adalah kehendanya. Dia terus mengingatkan "Jangan berfokus pada saya, perhatikan barang-barang indah yang saya cipta. Sekarang pergilah, cari apa yang kalian cintai dalam hidup, dan tinggalkan bekas di alam semesta."
Itulah cerita tentang Steve Jobs dia berpesan agar kita tetap mengikuti hati kita dalam bekerja, walaupun realitas kehidupan kita tak mendukung. Tapi ingat, kita hanya hidup sekali, apa kalian mau hidup oleh pikiran-pikiran orang lain?
Sebagai kilas balik Steve Jobs, saya akan mengambil paragraf dari suatu artikel majalah Time yang berbunyi:
Steve Jobs mengubah dunia semampunya, tapi dia seolah tak pantas melakukannya. Dia bukan ahli komputer, dia tak pernah belajar menjadi insinyur perangkat keras atau perancang industri, namun didorong dengan passion dan kegigihan dia mengilhami kita semua untuk membuat impian kita terwujud.
-Sebagian besar tulisan disandur dari buku Life By Design oleh George Beahm.
Tim Cook, chief operating officer yang sudah ia siapkan menjadi CEO. Sampai sekarang Cook lah yang bertanggung jawab memastikan proyek-proyek Apple berbuah.
Pada 5 oktober 2011, perjalanan Steven Paul Jobs berakhir. Dia meninggal dengan tenang pada malam hari. Dia dimakamkan di Alta Mesa Memorial Park, tempat dimana kedua orang tua angkatnya juga dimakamkan. Makam Jobs polos, sesuai dengan keinginannya. Kesederhanaan adalah kehendanya. Dia terus mengingatkan "Jangan berfokus pada saya, perhatikan barang-barang indah yang saya cipta. Sekarang pergilah, cari apa yang kalian cintai dalam hidup, dan tinggalkan bekas di alam semesta."
Itulah cerita tentang Steve Jobs dia berpesan agar kita tetap mengikuti hati kita dalam bekerja, walaupun realitas kehidupan kita tak mendukung. Tapi ingat, kita hanya hidup sekali, apa kalian mau hidup oleh pikiran-pikiran orang lain?
Sebagai kilas balik Steve Jobs, saya akan mengambil paragraf dari suatu artikel majalah Time yang berbunyi:
Steve Jobs mengubah dunia semampunya, tapi dia seolah tak pantas melakukannya. Dia bukan ahli komputer, dia tak pernah belajar menjadi insinyur perangkat keras atau perancang industri, namun didorong dengan passion dan kegigihan dia mengilhami kita semua untuk membuat impian kita terwujud.
-Sebagian besar tulisan disandur dari buku Life By Design oleh George Beahm.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar