Surakarta, Dulu Dan Kini



Diperdebatkan sebagai pusat identitas dan tradisi Jawa, masa lalu kota yang panjang dan terhormat sebagai tempat kerajaan Mataram yang besar berarti bersaing dengan saingan abadi mereka yaitu Yogyakarta sebagai pusat budaya Jawa. Meskipun kota konservatif ini sering memainkan biola kedua daripada tetangga yang lebih kontemporer.

Tapi dengan suasana kampung (lingkungan sekitar) dan kratonnya yang elegan, pasar tradisional dan mal berkilau, Solo memiliki lebih dari cukup untuk menjamin setidaknya kunjungan semalam, dua malam lebih baik, dan karena ada beberapa candi yang menakjubkan di dekatnya, ini juga menjadi tempat yang bagus untuk pergi ke perbukitan subur di Jawa Tengah.

Solo menarik untuk para siswa dan ilmuwan untuk belajar di akademi musik dan tari, dan solo adalah tempat yang sangat baik untuk melihat seni pertunjukan tradisional, juga kerajinan tradisional - terutama batik, yang merupakan kebudayaan pokok setempat.

E. Lukito / Jan 6 2018

Foto: en.surakarta.go.id
Terletak diantara Semarang dan Jogjakarta di tengah-tengah pulau Jawa, Solo menjadi kota satelit bagi kedua kota tersebut. Menjadi satelit bagi ibukota provinsi Semarang, dan menjadi satelit ibukota pusat kebudayaan jawa Jogjakarta. 

Dengan luas 44 Km2, jumlah penduduk 577. 202 jiwa (2010) dan tingkat kepadatan mencapai 13.636/km2, solo bisa dikatakan belum padet-padet amat. Di didirikan pada 17 februari 1975 oleh Raja Kasultanan Mataram saat itu Sunan Pakubuwono II Sebagai ibukota mataram yang baru menggantikan kartasura / tosuro, Solo adalah salah satu ahli waris dari Kasultanan Mataram yang Agung selain jogja tentunya.

Pada tahun 1755 terjadi peristiwa Perjanjian Giyanti, peristiwa yang membagi Kerajaan Mataram menjadi dua, Sunan Pakubuwono III tetap berkuasa di surakarta dengan nama baru Kasunanan Surakarta dan Pangeran Mangkubumi menjadi Sultan dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I yang mendapat kekuasaan di setengah wilayah Mataram bagian selatan, dan Hamengkubuwono I membuat istana baru dengan mbabat alas yang sekarang disebut dengan Kota Yogyakarta. Jadi tuaan solo ya hehhe.

Pada saat kepemimpinan Pakubuwono X atau yang disebut-sebut sebagai Sunan Panutup / Raja terakhir bagi rakyat surakarta. Solo pernah menjadi salah satu kota yang maju dan modern dijamannya dengan dibangunnya bangunan- bangunan seperti Pasar Gede, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo-Kota (Sangkrah), kebun binatang "Taman Satwataru" Jurug, Jembatan Jurug yang melintasi Bengawan Solo di timur kota, Taman Balekambang, gapura-gapura di batas Kota Surakarta, rumah pemotongan hewan ternak di Jagalan, rumah singgah bagi tunawisma, rumah perabuan (pembakaran jenazah) bagi warga Tionghoa dan Stadion atletik pertama yang dibangun di indonesia Stadion Sriwedari yang akhirnya menjadi tuan rumah PON I.

Kalian tau ga? Pasca terjadinya coup de'etat pada 31/9/1965, menurut laporan dari Direktur Intelejen AURI saat itu menjelaskan bahwa saking tingginya popularitas pki disana, surakarta utamanya solo dijadikan "Zona Perang" oleh Angkatan Darat yang dikomandoi RPKAD, serem ga tuh. Pembantaian akhirnya hanya bisa dihentikan oleh alam. Pada pertengahan maret 1966 hujan berlangsung non stop dari tanggal 15 Maret 1966 jam 13.00,” tulis buku Bandjir Bandang Dikota Bengawan (1966:44) terbitan Pelaksana Kuasa Perang Surakarta (Perkuper).

Itu hujan bukan hujan biasa. Hujan di siang bolong itu lebat sekali. Menurut catatan buku keluaran Perkuper itu, “air yang disertai butiran-butiran es jatuh hampir di setiap detik.” Esoknya, 16 Maret 1966, hujan masih turun. Sungai Bengawan Solo, yang menampung air hujan dari daerah sekitar Kota Solo pun meluap. Rupanya lima tanggul di sekitar Bengawan Solo jebol. Akhirnya banjir bandang pun melanda Solo pada 16 Maret jam 23.00. Menurut buku terbitan Perkuper itu, tinggi air mencapai 1,5 meter di Pasar Nguter. Dua pertiga kota terendam air. Dari tanggal 17 hingga 18 Maret, air bahkan sudah merendam tiga perempat kota dikutip dari
tirto.id. Akhirnya pemerintah pusat kala itu membuat waduk raksasa di kota selatan solo, GM wonogiri, bukan Grand Mall wonogiri ya hahahha.

Secara garis besar Surakarta adalah nama karisidenan, dan juga kota, yang terdiri dari Sukoharjo, karanganyar, wonogiri, klaten, sragen dan boyolali, dan solo sebagai pusat dari segi historis dan secara wilayah pun solo emang ditengah-tengah daerah-daerah diatas. Tapi kalo dari segi pemerintahaan saya tak pernah tahu ada pemerintahaan karisidenan surakarta, mungkin kalo ada yang tahu/faham bisalah menjelaskan di kolom komentar hehe.

Jadi mari kita mulai ke topik, inti dari artikel ini sebenernya adalah sebagai referensi bagi orang-orang yang ingin pindah, kuliah, bekerja atau cari-cari pekerjaan, dan tentu saja piknik ke Surakarta, bagaimana iklim disini, keadaan, gaya hidup, biaya hidup, pekerjaan, akademik, ekonomi, budaya, hiburan dan lain sebaggainya. Selamat membaca~

Iklim / Cuaca
Kota solo mempunyai iklim yang sama dengan kota-kota Inland pulau jawa. Panas sedang dan curah hujan juga sedang, jadi masih ok deh iklimnya, karena solo belum metropolitan banget, dan masih banyak ruang terbuka hijau yang tersedia. Kalau mau tinggal di daerah yang sejuk di sekitar kota solo saya sarankan pilih daerah Kota boyolali ke barat (15 km arah barat solo) atau pilih di timur kota karanganyar (10 km arah timur). Lama tempuh dari kedua daerah tersebut ke kota solo dengan menaiki sepeda motor kira-kira setengah jam dengan catatan ga ada apa-apa dijalan hhehe. Kota solo adalah dataran rendah, jadi ada beberapa area yang harus diwaspadai saat musim hujan tiba, seperti di bantaran sungai bengawan solo.

Kehidupan yang nyante
Tak seperti dengan jogja yang lumayan padat, solo lebih senggang di waktu siang, lebih senggang lagi pas malem hehe. Kehidupan di solo dan sekitarnya sangat lambat dan tenang menurut saya, mungkin karena adat jawa halus yang masih kental disini. Kalian pasti pernah ketemu dengan orang-orang asli solo kan? Ya, mereka adalah orang-orang yang gak enakan / perkewuhan, santun dan gak suka aneh-aneh, straight lah pokonya. Bayangkan se isi kota dihuni orang-orang seperti itu, mungkin itu yang membuat kehidupan di solo relatif santai bahkan nyantai banget. Jarang ada orang yang gila kerja disini, solo bukan tempat perantauan dan hanya ada relatif sedikit pendatang yang datang untuk beradu nasib disini, kota solo di siang hari sebagian besar penuh oleh pekerja-pekerja, murid-murid, mahasiswa-mahasiswa yang datang dari kabupaten-kabupaten se karisidenan surakarta.

Etnis jawa cukup dominan, ada beberapa etnis yang cukup nampak kehadirannya di solo seperti etnis cina dan arab, kita semua membaur satu sama lain walaupun sesekali terjadi gesekan-gesekan yang sangat jarang terjadi disini, tapi itulah konsekuensi perbedaan. Kita hidup dengan hal seperti itu dan itu biasa. Pokoknya dijamin tenang, nyaman dan aman deh (kalo mengikuti aturan/adat setempat yang berlaku).

Biaya primer & sekunder yang terjangkau semua kalangan

Timlo Solo
Foto: diahdidi.com


Harga-harga kebutuhan pokok di sini lumayan murah, mengikuti harga pasaran. Tips: belanja aja di pasar tradisional, di setiap kecamatan ada, dan harga kebutuhan pokok di wilayah sekitar solo malah bisa lebih murah, karena jadi daerah produksi. Harga makanan di warung-warung disini terjangkaulah. Satu porsi nasi + lauk (jangan/sayuran) + gorengan 2 + ice tea rata-rata 5K - 7K rupiah, untuk lauk yang agak sepecial macam Bak mie jowo 10-11 rb, ayam kampung goreng/bakar 10-15rb. 



Mie Pitik/Ayam 6k-9k (ditempat saya sukoharjo ada yang jual 4k ga tau gimana rasanya), ayam geprek 10k, soto ayam/sapi 5k-10rb, bakso daging sapi 10-15k, kalo masih mahal cari aja HEK/HIK/Angringan, makan sego kucing/bandeng/bungkusan 1500-2000 per bungkus, gorengan @500, es teh 1500-2000, kopi mix/kopi sachet 2500, es jeruk 2500-3000, wedang jahe + susu 1 sachet 3000-4000, kenapa saya bisa tau? Karena saya cah hek hahha. Itu semua harga rata-rata ya, tiap warung beda-beda, selisih paling 500-2000 rupiah.

Banding deh sama daerah kamu. Untuk wisata belanja barang-barang sekunder & tersier dengan merk terkenal sulit cari di solo dan sekitarnya, solusinya ya online hehe. Oh ya untuk biaya penginapan untuk kos bisa sampai 300rb per bulan dengan spek kamar mandi dalam. Rumah kontrakan yah rata-rata 5-7 jutaan pertaun.

Persaingan Jobseeker yang ketat
Kenapa saya bisa bilang ketat. Karena saya mengalaminya sendiri~ hehe. Bagi lulusan Diploma - Sarjana agak sulit mendapat pekerjaan yang diinginkan disini. Untuk lulusan SMA/SMK sederajat lumayan mudah cari kerja di solo dan sekitarnya dengan catatan ga plilih-pilih ya. Banyak perusahaan yang butuh kalian, karena tingkat resign yang lumayan tinggi juga. Ini saya tampilkan daftar UMK wilayah Karisidenan Surakarta
  • Kabupaten Boyolali : Rp 1.651.650
  • Kota Surakarta : Rp 1.668.700
  • Kabupaten Sukoharjo : Rp1.648.000
  • Kabupaten Sragen : Rp 1.546.492,72
  • Kabupaten Karanganyar : Rp1.696.000
  • Kabupaten Wonogiri : Rp 1.524.000
  • Kabupaten Klaten : Rp1.661.632,35
Sumber: jateng.tribunews.com

Banyaknya pilihan akademik berkualitas
Banyak pilihan kampus/perguruan tinggi yang ada di solo. Ini daftarnya
:
  • Institut Seni Indonesia Surakarta
  • Universitas Sebelas Maret
  • UPBJJ - Universitas Terbuka Surakarta
  • Institut Agama Islam Negeri Surakarta
  • Universitas Islam Batik
  • Universitas Kristen Surakarta
  • Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Universitas Nahdlatul Ulama
  • Universitas Sahid Surakarta
  • Universitas Setia Budi
  • Universitas Slamet Riyadi
  • Universitas Surakarta
  • Universitas Tunas Pembangunan
  • Poltekkes Kemenkes Surakarta
  • Universitas Bangun Nusantara (UNIVET) Sukoharjo

UNS Surakarta
Foto: Infokampus.news

Ada dua kampus besar dan ternama di solo yaitu UNS (Universitas Nomor Satu hehe) dan UMS Surakarta-Sukoharjo. Untuk biaya-biaya uang kuliah saya hanya bisa jelasin UNS yah, atau mungkin para pembaca yang dari kampus-kampus solo raya bisa ikut jelasin di kolom komentar;))). Di UNS pake sistem UKT / Uang kuliah tunggal, jadi intinya semua biaya kuliah sudah ditambah-tambah dan di akumulasi jadi satu, mboh nek rung genti. Setiap prodi/jurusan beda-biayanya, cek saja di web resmi spmb uns. 


Menurut perbandingan yang saya dapatkan dari temen-temen saya di kampus-kampus sebelah, di solo ini uang kuliah yang relatif paling mahal ya UNS, jujur saya ga tau kenapa. Tapi untuk kualitas pembelajaran saya kira ya relatif sama lah. Bagi para calon mahasiswa yang ingin kuliah di solo sambil bekerja, bisa banget, tapi lumayan dikit loker bagi mahasiswa aktif jadi ya jangan pilih-pilih lah cari kerjanya, itung-itung buat nambah pengalaman dan relasi, itu berguna banget saat kamu udah lulus dari kampus dan mulai cari-cari pekerjaan.

Dengan biaya hidup yang sudah saya gambarkan bandingin aja sama penghasilan pokok yang akan anda semua dapatkan di solo atau bagi kamu yang ingin kuliah di Solo dan sekitarnya, setidaknya solo masih ramah bagi kantong.

Solo sebagai salah satu pusat kebudayaan jawa, The Spirit Of Java.
Layaknya jogja, solo menyuguhkan budaya-budaya adat jawa yang sangat autentik. Dimana-mana mengusung tema jawa. Hal itu di pelopori langsung oleh Pemkot Surakarta. Adat jawa sebagai Tema kota solo. Setiap sudut kota pasti ada landmark yang mengandung unsur jawa. Stasiun, bandara, terminal bis, stadion, apalagi museum.

Kalo bicara wisata, kalian gak akan kehabisan referensi deh, banyak banget obyek-obyek wisata yang instagramable, apalagi sekarang sudah banyak spot-spot yang sudah di desain kekinian menurut selera pasar anak muda sekarang, yang dikota solo maupun kabupaten-kabupaten sekitarnya, tinggal google aja, saking banyaknya males ngetik hehe. Solo juga sering mengadakan event-event budaya berskala internasional contohnya Sekaten, Solo Batik Carnival, Solo Batik Fashion.

Berikut daftar obyek wisata di Solo raya:
 

Solo
  •  Wisata Keraton Kasunanan Surakarta
  • Wisata Pura Mangkunegaran
  • Wisata Taman Balekambang Solo
  • Wisata Taman Sriwedari Solo
  • Wisata Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari
  • Wisata Monumen Pers
  • Wisata Kampoeng Batik Kauman
  • Wisata Kampoeng Batik Laweyan
  • Wisata Tugu Lilin
  • Wisata Galabo Solo
  • Wisata Ngarsopuro Night Market Solo
  • Wisata Museum Batik Kuno Danar Hadi Solo
  • Wisata Museum Radya Pustaka
  • Wisata Museum Keris
  • Wisata Benteng Vestenburg
Boyolali:
  • Wisata Umbul Tlatar
  • Wisata Umbul Tirtomulyo
  • Wisata Umbul Kendat
  • Wisata Umbul Pengging (Pemandian Tirto Marto)
  • Wisata Umbul Langse
  • Wisata Gardu Pandang New Selo
  • Wisata Gardu Pandang Alam Sutera
  • Wisata Gardu Pandang Suroteleng
  • Wisata Omah Bambu Merapi
  • Wisata Bukit Gancik
  • Wisata Watu Blerek
  • Wisata Candi Lawang
  • Wisata Candi Sari
Sukoharjo
  • Wisata Pandawa Water World Solo Baru
  • Wisata Alun-alun Sukoharjo
  • Wisata Alas Karet
  • Wisata Kolam Renang Kora-kora
  • Wisata Sendang Pinilih
  • Wisata Dam Colo
  • Wisata Waduk Mulur
  • Wisata Alaska Waterboom
  • Wisata Royal Water Adventure
  • Wisata Batu Seribu
  • Wisata Pemandian Air Hangat Langenharjo
  • Wisata Petilasan Kasultanan Pajang
  • Wisata Makam Ki Ageng Sutowijoyo
  • Wisata Makam Ki Ageng Purwoto Sidik
  • Wisata Telaga Biru
  • Wisata Curug Krajan
  • Wisata Gunung Sepikul (Gunung Api Purba
  • Wisata Museum Pesanggrahan Langenharjo
Karanganyar
  • Wisata Grojogan Sewu
  • Wisata Taman Miniatur Dunia "New Balekambang"
  • Wisata Candi Cetho
  • Wisata Candi Sukuh
  • Wisata Candi Kethek
  • Wisata Puri Taman Saraswati
  • Wisata Perkebunan Teh Kemuning
  • Wisata Air Terjun Jumog
  • Wisata Air Terjun Parang Ijo
  • Wisata Air Terjun Pringgodani
  • Wisata Air Terjun Sedinding (Grojogan Sedinding)
  • Wisata Air Terjun Sewawar
  • Wisata Air Terjun Jurang Jero (Grojogan Jurang Jero)
  • Wisata Museum Purbakala Dayu
  • Wisata Telaga Madirda
  • Wisata Tahura KGPAA Mangkunegoro 1
  • Wisata Agrowisata Sondokoro
Wonogiri
  • Wisata Waduk Gajah Mungkur
  • Wisata Pantai Sembukan
  • Wisata Pantai Banyutowo
  • Wisata Pantai Nampu
  • Wisata Air Terjun Binangun Watu Jadah
  • Wisata Pantai Pringjono
  • Wisata Pantai Puyangan
  • Wisata Pantai Waru
  • Wisata Pantai Karang Payung
  • Wisata Pantai Karang Bang
  • Wisata Museum Karst Dunia
  • Wisata Museum Wayang Indonesia
  • Wisata Telaga Claket Selogiri
Sragen
  • Wisata Museum Manusia Purba Sangiran
  • Wisata Pemandian Air Panas Bayanan
  • Wisata Technopark Ganesha Sukowati Sragen
  • Wisata Ndayu Park
  • Wisata Gunung Kemukus
  • Wisata Gunung Banyak
  • Wisata Gunung Tugel
  • Wisata Kolam Renang Kartika Sragen
  • Wisata Kolam renang Doeng
  • Wisata Makam Joko Tingkir Sragen
  • Wisata Desa Betis Rejo (Wisata Organik)
  • Wisata Galeri Batik Sukowati dan Sentra Bisnis Batik Sragen
  • Wisata Kedung Grujug
Klaten
  • Wisata Umbul Ponggok
  • Wisata Umbul Manten
  • Wisata Umbul Cokro Tulung
  • Wisata Umbul Nilo
  • Wisata Umbul Jalatunda
  • Wisata Waduk Rowo Jombor
  • Wisata Umbul Kapilaler (Umbul Sigedang)
  • Wisata Umbul Pluneng
  • Wisata Umbul Gedaren
  • Wisata OMAC (Obyek Mata Air Cokro)
  • Wisata Candi Prambanan
  • Wisata Candi Lumbung
  • Wisata Candi Sewu
  • Wisata Candi Plaosan
  • Wisata Candi Merak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar